Healing Terbaik Adalah Ngobrol Dengan Orang Asing Dalam Perjalanan Keluar Kota

Sudah beberapa kali aku menggugurkan niat pulang ke rumah, bukan tanpa alasan yang serius hanya saja malas dalam perjalanannya. Apalagi pulang seorang diri, sudah tidak ada harapan selain pergi hilang dan lupakan lalu tidur dalam perjalanan.

Sialan ternyata aku bangun kesiangan dihari jum’at, selepas kegiatan malam hari bertanding dalam laga final Ac Milan vs Juventus yang terjadi dalam Playstation, ya soalnya aku sadar diri raga dan skill ini jauh dari kata pemain profesional. Tapi walau begitu aku pernah bangga dianugerahi pemain terbaik versi class meeting saat SMK, saat SMK tuh jadi pemain terbaik futsal bukan malah tawuran, lain kali jangan gitu ya REXONA MEN!

Entah orang diluar sana punya hari buruk model apa, namun aku merasa hari buruk ini akan berlanjut sampai pulang ke rumah, tanda-tandanya sudah jelas, dari mulai bangun kesiangan, sarapan hanya baso tahu, minum teh kotak sisa semalam, ditutup dengan minum tolak angin.

Setibanya di terminal tidak langsung bergegas, aku mengganti kaos karena tidak nyaman dengan keringat yang bercucuran. Sayangnya WC terminal tidak digratiskan seperti halnya WC pertamina.

Sial bukan main, baru saja naik ke dalam bus, aku duduk dibangku paling depan. Mungkin bagi sebagian Youtuber vlog bus duduk di depan itu surga dunia tapi bagiku ini sangat mengganggu tidurku.

Sela gurauanku dalam hati, kemudian datang penumpang lain menanyakan bangku sebelah sudah isi apa belum, aku jawab seadanya “silahkan masih kosong” jawabku.

Obrolan dimulai saat aku asyik menonton film bergenre dewasa tanpa tanda kutip “The Wheel of Time” bercerita mengenai Moiraine, salah satu anggota Aes Sedai yang merupakan wanita dengan kekuatan magis. Ia bersama dengan pembelanya yaitu Lan, berkelana untuk mencari reinkarnasi Sang Naga atau Dragon. Sosok Dragon merupakan individu yang memiliki kemampuan untuk menyelamatkan dunia atau bisa juga menghancurkan dunia. Maaf bukan maksud spoiler, namun topik obrolan dengan orang asing itu film “The Wheel of Time”.

Itulah awal obrolan kita, ohiyaa saya lupa mengenalkan diri, panggil saja Ahmed biar kenal bukan Amad Diallo dan teman sebangku selama perjalanan di bus seorang gadis asal Sukabumi namanya Dewi, parasnya tomboy disisipi casual  dengan sepatu Nike Jordan, celana hitam, crewneck hitam, totebag hitam salur putih, dan bertopikan putih.

Dari stylenya engga Sukabumi banget, bukan Sukabumi tidak bisa seperti Dewi namun aku jarang menemukan style model dia. Memang selama ngobrol dia ternyata lama di Bandung, selepas itu kehabisan bahan obrolan masa aku harus menanyakan sejarah manusia Sapiens & Homo Deus karya Yuval Noah? Atau Sejarah Tuhan karya Karen Amstrong? Sayangnya hal itu tidak aku tanyakan, mungkin dia lebih tau tentang hal itu.

Tujuan kita berbeda namun dalam bis yang sama, itu bukan pepatah ko, itu bualan para dinosaurus berkedok buaya. Tapi hal terpenting adalah komunikasi masih menjadi hal yang baik untuk melupakan hal buruk yang terjadi sebelumnya. Ngobrol dengan orang asing dalam perjalanan bisa menjadi opsi untuk healing.

Maaf jika cerpen ini gaje, karena lagi pengen gaje. Mendingan saya rekomendasikan bacaan di bangor.in mengenai Pencipta Toilet layak disejajarkan dengan Friedrich Nietzsche. Barusaja aku sebut judulnya saja Dewi sudah ketawa tak henti-henti apalagi klo membaca Esensi kenikmatan rebahan sambil Galer yang sering disalahpahami. Akhirnya obrolan terhenti saat bis berhenti menadadak tepat ditujuanku, rumahku, homecoming Cianjur. Sekali lagi bahwa ngobrol dengan orang asing dalam perjalanan menjadi healing terbaik di akhir tahun 2021.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *