Asian Hate Itu Terjadi di Asia, Apa Itu Korea Selatan? Kami Taunya Jepang Barat

Korea Selatan Negara yang tak pernah sepi dari dunia maya, melalui drama series, musik K-pop, teknologi sampai hal yang berbau rasisme. Setelah bulan-bulan kemarin menyinggung Indonesia melalui drama korea Racket Boys kini Korea Selatan kembali disorot dalam perhelatan Olimpiade Tokyo 2020.

Disorot bukan karena prestasinya namun karena si atlet penembak jitu asal negeri gingseng  Jin Jong Ohitu berkomentar rasis kepada atlet penembak jitu asal Iran Javad Foroughi. Di Olimpiade 2020 kali ini, Javad Faroughi sukses meraih emas yang sebelumnya enam kali berturut-turut dimenangkan oleh Jing Jong Oh.

Setibanya di Bandara Internasinal Incheon si ganteng Jing Jong Oh malah berkomentar rasis, sebagai mana dikutip dari The Korean Times, Jing Jong Oh berpikir bahwa kemenangan Javad Foroughi adalah omong kosong dan si ganteng ini malah menuding Javad Foroughi sebagai teroris. . “Bagaimana teroris bisa meraih juara pertama pada Olimpiade itu? Itu hal yang konyol,” celoteh si ganteng.

Memang Javad Foroughi dikabarkan masuk dalam keanggotaan milisi Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC). Organisasi itu juga ditunjuk sebagai teroris oleh Amerika Serikat (AS) pada 2016 silam. Namun, hingga kini belum ada keterangan lebih lanjut mengenai keterlibatan Javad Foroughi dalam organisasi tersebut.

Namun tudingan itu sangat diskriminasi dan rasis, selain itu butuh penyelidikan lebih lanjut untuk membuktikannya. Itupun yang menuding Negara Mamarika kamu taulah Mamarika kek gimana, dan kenapa ucapan itu keluar saat si ganteng Jing Jong Oh ini kalah.

Kalah ya kalah ganteng saya tau kamu kesal karena kalah tapi yo, sadar diri gitu. Sama-sama Asia kok begitu sih ganteng, mirisnya sih ketika K-Pop asal negeri gingseng yakni BTS menyerukan hastag #StopAsianHate eh rasisme itu terjadi di negaranya sendiri, kacau nih Jepang Barat, apakah harus mengedotensei Kaisar Hirohito supaya agak sedikit sadar diri gitu loh.

Masih ingat mungkin celotehan BTS yang “Kami di sini melawan diskriminasi rasial. Kami mengutuk kekerasan. Kamu, saya, dan kita semua punya hak untuk dihormati. Kita akan berjuang bersama-sama,” Mbok ya sebelum menyuarakan Stop Asian Hate ke penjuru dunia, ya bersihkan dulu di Negara kamu sendiri cantik eh ganteng.

Di wilayah Amerika saya biasa menyebutnya Mamarika mereka menggaungkan tagar #StopAsianHate, tapi di Asia sendiri mereka malah berprilaku diskriminatif dan rasis, hey kawan market industri K-Pop terbesar itu di Asia kok bisa-bisanya ucapan rasis itu ditunjukan ke sesame Asia, aneh sangat jika ada para penyuka Oppa Korea masih membela Negara itu. Untungnya saya pecinta Oppa Korea Utara.

Saya tidak mengenal apa dan siapa itu Korea Selatan saya mengenalnya Jepang Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *