Instagram Story Gak Berguna Jika Belum Dilihat Kamu tapi Sudah Dilihat Malah Gak Direspon, Goblok! Ini Solusinya

Tak ada keraguan bahwa manusia abnormal tukang caper atau cari perhatian adalah spesies paling menyebalkan di muka bumi melebihi babi ngepet. Selain menyebalkan seperti babi ngepet tukang caper suka berpikir bahwa ia memiliki status moral superior, cih!

Memang sebagai homo sapiens normal pada umumnya hati kecil kamu pasti meronta-ronta ingin menjadi pusat perhatian, namun sebenarnya tujuan perhatian itu mengerucut pada seseorang yang menjadi target kamu.

Jika kamu sapiens yang berpikir tentu kamu tidak perlu repot-repot menyamakan  sikap dengan susah payah seperti si manusia abnormal tukang caper. Kamu hanya perlu memfokuskan tujuan caper itu kepada yang kamu tuju, seseorang yang di cinta atau hanya fucktable kalo kata anak bastard jaman sekarang.

Jangan sampai kamu menjadi individu yang ‘drama banget’ sebenarnya hobi cari perhatian seringkali membuat orang lain sebal dan tak nyaman. Namun, pada level ekstrem, kebutuhan untuk terus menjadi pusat perhatian dan dramatis tersebut ternyata juga bisa disebabkan oleh sebuah gangguan psikologis yang disebut histrionic personality disorder.

Sekali lagi jika kamu sapiens yang berpikir tentu cara yang ideal adalah dengan memusatkan perhatian kepada yang kamu tuju, orang yang di cinta, orang yang hanya suka atau orang yang dibenci sekaligus.

Sebelum COVID-19 momen itu bisa kamu lakukan diberbagai tempat, bisa itu di ruang kelas, di tempat kerja, di tempat nongkrong bahkan di tempat ibadah. Namun setelah badai COVID-19 menjamur, sebagai media ekspresi instagram menjadi medium yang tepat bagi pengalaman kamu memusatkan perhatian.  

Memang media sosial apapun itu WhatsApp, Twitter, Instagram dan yang lain nampaknya telah menjadi ruang paling ideal untuk mencari hiburan, mendapatkan informasi sampai curi perhatian gebetan.

Terutama curi perhatian gebetan, ini yang sangat menguras pikiran bagaimana caranya gebetan masuk dalam jajaran wajib yang melihat story di WA atau Instagram kamu. Masalahnya pikiran ialah hal yang berbeda dari jiwa, pikiran bukan entitas abadi yang mistis. Juga bukan sebuah organ seperti mata atau otak. Pikiran adalah sebuah aliran pengalaman-pengalaman subjektif, seperti rasa sakit, senang, marah dan rasa cinta.

Seperti halnya kamu sudah menjadi sapiens normal yang memusatkan Instagram story kamu untuk gebetan, yang setelahnya kamu membuat story selalu menunggu dan mengecek ulang story kamu, apakah si ‘dia’ sudah melihatnya atau belum. Rasanya story ini tidak berguna jika belum dilihat oleh si ‘dia’.

Saya berharap momen yang paling anjing itu gak meledak di kamu, sudah 24 jam berlalu si ‘dia’ belum aja lihat story kamu. Namun yang lebih ngehe lagi adalah sudah dilihat tapi gak direspon apa-apa, jelas ini sih lebih anjing dari si tukang caper itu menurut saya, siap-siap kamu jadi badut.

Kalo sudah begitu bukan cape di pikiran lagi tapi di jiwa. Jiwa itu kekal, pikiran memiliki banyak bagian, ia terus menerus berubah tak ada alasan untuk menganggap pikiran adalah abadi. Jiwa adalah cerita yang diterima orang atau ditolak orang lainnya.

Namun ada juga tipe orang yang tidak memakai pikiran dan jiwa, orang tipe tersebut hanya butuh si ‘dia’ melihat storynya aja setelahnya orang tipe itu menghapus storynya lagi. Tipe ini adalah tipe cewek SJW yang enggan untuk minta maaf duluan dan ingin ditanya “kamu kenapa?” lalu menjawab dengan ketikan seadanya “Gpp” sambil kegirangan karena direspon oleh si ‘dia’. Tipe anjing juga sih yang kek gitu.

Namun tipe anjing kek tadi itu tidak berlaku hanya untuk gebetan aja, tapi bisa berupa sindiran untuk orang yang mereka benci atau punya masalah pendek, masalah yang hanya sesaat itu aja, setelahnya dilihat tipe orang kek gitu biasanya langsung menghapus story yang ia buat.

Itulah tipe-tipe sekumpulan orang goblok di media sosial, sebenarnya ada banyak cara untuk direspon oleh gebetan, kamu tidak perlu memecahkan teka-teki dalam bingkai matematika atau kamu tidak perlu menanamkan chip komputer kepada otak kamu seperti militer Amerika untuk lebih berani atau mengurangi gangguan stress.

 Kamu hanya perlu mental, pikiran yang lihai dan jempol yang lincah agar ketikan cepat dan terhindar dari typo. Cobalah untuk memulai dari kamu sendiri, cara bagus untuk mendapatkan perhatian seseorang di Instagram adalah dengan menanggapi story si ‘dia’. Tanyakan apa saja tentang storynya, atau tanggapi hal yang membuat pesan-pesan itu memanjang.

Jika kamu masih goblok, coba like unggahan terakhirnya atau beri komentar yang bagus hindari emot, apalagi emot api, terkecuali kamu pemain futsal. Kalo masih tidak direspon juga kamu hanya perlu sadar diri, sadar posisi dan berhenti jadi badut. Kamu tidak perlu menjadi badut dan segoblok itu kawan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *