Lebih Baik Arteta dan Fans Arsenal Ruqyah Mandiri Saja Lalu Berhenti Menganggap Sepak Bola sebagai Fashion

Seperti apa yang pernah dikatakan Fiersa Besari, kalo kamu diledekin pilihannya itu cuma dua, kamu mau bête atau ikut menertawakan diri sendiri.

Kira-kira seperti itulah fans Arsenal ketika awaysdays ke markas Manchester Biru Muda, supporter Arsenal yang hadir di Etihad Stadium sudah muak setelah jagoannya dicocoki dua kekalahan berturut-turut diawal perhelatan Premier League.

Sempat melawan di awal babak pertama, Arsenal malah kebobolan dua gol dalam rentang waktu lima menit lewat gol Ilkay Guendogan dan Ferran Torres. Alih-alih mengurangi kesulitan Granit Xhaka malah dikartu merah, setelahnya lahirlah gol ke tiga oleh Gabriel Jesus. Babak kedua bukannya membalas eh malah ketambahan dua gol, alhasil SSB Arsenal harus menerima kekalahan 5-0.

Jika kamu pernah menonton film kolosal Gladiator dan kamu menunjuk jenderal Maximus sebagai yang terkuat, saya yakin setelah melihat supporter Arsenal yang melawat ke Etihad Stadium bayangan jenderal Maximus sebagai yang terkuat akan lenyap, ketika kamu melihat fans Arsenal ikut merayakan goal keempat City lewat Rodri di menit ke-53. Kekalahan tadi malam membuat Arsenal kini terpuruk di posisi terbawah klasemen dengan nirpoin.

“Kami kalah setiap pekan. Anda (City) biasa-biasa saja kok. Kami malah kalah setiap pekannya,” kurang lebih demikian chant fans Arsenal di Etihad stadium.

Saya kira fans Arsenal ini sangat mengamalkan azimat-azimat Mark Manson dalam bukunya Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat seperti halnya tagline dari buku tersebut “pendekatan yang waras demi menjalani hidup yang baik,”

Seperti itu juga yang dialami Manson. Hingga akhirnya dia mencari makna hidup yang baik-baik saja. Baginya, hidup yang baik dan bahagia bisa dirasakan jika seseorang bisa bodo amat pada hal-hal yang memang sepantasnya diabaikan yaitu kekalahan Arsenal.

Kini tinggal kamu yang memilih, ingin bahagia sepenuhnya atau tidak. Karena mungkin saja kebahagiaan kamu terasa tidak lengkap karena terlalu fokus pada hal-hal yang sebenarnya tidak penting bagi hidup yaitu Arsenal.

Sepertinya Lord Arteta sekarang ingin menyamai rekor sejarah Arsenal tempo dulu, ketika Arsenal dibawah asuhan  Arsène Wenger pernah tidak terkalahkan selama satu musim, dan sekarang mereka ingin mencoba tanpa kemenangan satu  musim penuh.

Masa romantisme Gonners sudah berakhir sejak lama dalam medio 90-an sampai 2005 sisanya bonus piala FA dan Community Shield. Apalagi yang mau disombongkan? Narasi pencapaian masa lalu di tongkrongan sudah tidak relevan apalagi menarik yang ada hanyalah anggapan romantisme masa lalu.

Saya kira sikap yang tepat untuk Arteta dan Fans Arsenal sekarang adalah meninggalkan sepak bola sebagai fashion dan lakukan Ruqyah mandiri secara bertahap. Jika kedua itu enggan untuk dilakukan, lebih baik coli saja di ruangan gelap dengan oil sex sembari membayangkan romantisme masa lalu bersama Arsene Wenger!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *