PASUTRI LELE – Episode 15

Sudah sejak perawan Starla menyukai perilaku anak-anak. Acap kali anak kecil bermain di sekelilingnya, Starla selalu mendekat dan melayani mereka bermain apa saja. Dia memang cemerlang membuat kontak psikis dengan jiwa anak-anak sehingga aku percaya suatu hari nanti Starla akan menjadi seorang ibu yang masya Allah.

Suatu hari Starla merayu beberapa anak kecil yang sedang bermain. Lokasinya tidak terlalu jauh dengan kolam ikan lele milikku, sementara aku sedang bekerja membereskan saluran air, kuperhatikan Starla sedang mengumpulkan anak-anak kemudian mereka duduk membentuk sebuah lingkaran pengajian.

Satu hal yang membuatku takjub adalah Starla mampu menggiring anak-anak itu sesuka hatinya. Disuruh nyanyi, joget, berpose, selfie dan lain-lain semuanya dipenuhi dengan baik oleh anak-anak atas kuasa Starla.

“Haiii adek-adek..”

“Hai kakak cantiiik..”

“Hallooo.. Perhatiin kakak yah, yang bisa jawab pertanyaan kakak nanti dikasih permen. Siapa yang mau ?”

“Aku mau… aku mauuuu..” Teriak anak-anak berantusias. Starla selalu mampu memicu tantangan mereka.

“Aku!”

“Aku, kak!”

“Aing!”

“Semuanya mau yah, kalo gitu, jawab nih pertanyaan kakak, siapa nama Ibu kandung Nabi Muhammad SAW ?”

Tak ada jawaban.

“Ada yang tau gak ?”

Semuanya diam.

“Kakak ganti deh pertanyaannya. Siap-siap yaa, siapa nama Ayah kandung Nabi Muhammad SAW ?”

Tak ada jawaban.

“Devi tau ?”

Devi hanya menggelengkan kepala.

“Sekarang pertanyannya gampang banget, jadi adek-adekku sekalian harus siap! Oke ?

“Okeeee..” Teriak anak-anak kompak.

“Masih mau permen ‘kaaan ?”

“Maauuu…”

“Oke, siapa nama istri pertama Nabi Muhammad SAW ?“

Tak ada jawaban lagi.

“Pertanyaannya sulit-sulit, ah..” Protes Ica.

“Iya sulit..” Sahut teman lainnya.

Starla mikir keras dan akhirnya menemukan pertanyaan yang paling relevan dengan pengetahuan anak-anak, “Siapa nama istri Anang Hermansyah ?”

“Ashantyyyyy..” Mereka menjawab kontan!

Kekompakan mereka patut dibanggakan tapi tidak dengan jawabannya.

10 bulan kemudian Starla melahirkan seorang bayi laki-laki. Dirinya bersumpah akan menjadi sekolah pertama yang baik bagi anak-anaknya. Mengajarkan agama sejak dini, memupuknya dengan disiplin shalat lima waktu yang tinggi, dan membiasakan baca Quran setelah shalat magrib dan subuh.

Aku semakin lele padamu, Starla!

***

Cerita Starla sangat berbeda dengan apa yang kualami.

Sama seperti Starla, sebetulnya aku juga seorang pria nir-macho yang menyukai anak kecil, namun hambatannya adalah aku tak pernah tahu bagaimana cara berinteraksi yang baik dan benar dengan mereka.

Sebagai seorang pria yang selalu dianggap lebih tahu segalanya, aku merasa minder bilamana Starla mampu berdialog dengan baik bersama anak kecil. Keluasan ilmu dan pengalamanku seolah tak ada gunanya di hadapan anak-anak.

Satu kejadian yang takan pernah kulupakan saat aku ingin sekali bermain dengan anak-anak di dekat kolam terpal ikan lele. Aku tahu anak-anak tersebut terbiasa bermain di sana bersama Starla. Melihat tingkah polos mereka selalu membuatku gemas tak terkira. Akhirnya kuputuskan untuk bergabung bersama mereka.

“Boleh gak kakak ikut main sama kalian ?”

“Gak mau!”

“Gak mau!”

“Teu hayang!”

“Yuk ah pulang…”

“Mamaaaaah! Ada genderowoo..”

Seorang gadis imut menangis melihat wajahku yang sedikit mistis. Semakin aku mendekati mereka, jeritan gadis imut itu semakin memekakan. Bayangan positifku mengatakan anak itu menangis bukan karena aku, tapi oleh sesuatu yang ghaib, akhirnya kuputuskan tuk semakin mendekati mereka, alih-alih menenangkan tangisan gadis imut itu, yang ada malah tangisannya semakin berontak dan tidak terkendali.

Lumayan kutersinggung dengan ekspresi balasan anak itu, tapi setelah aku pergi ke mushala dan berwudhu, aku menatap dalam-dalam wajahku pada cermin, ternyata jeritan gadis imut itu cukup beralasan. Dalam pelupuk mata anak kecil, wajahku memang tampak lebih horor.

Jika anak-anak selalu menangis tatkala melihatku, bagaimana dengan anak kandungku sendiri yang baru lahir, ya ?

***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *